INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL/ISPO SEMINAR 2013
"ISPO ENSURE LEGALITY, SUSTAINABILITY, AND ENVIRONMENT IMPROVEMENT IN INDONESIA"
24-25 September 2013
Gran Melia Ballroom Mutiara 1 & 2 Jakarta
WORKSHOP PERHITUNGAN EMISI GAS RUMAH KACA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
 
1. Pendahuluan
Dalam rangka penerapan Peraturan Menteri Pertanian Nomor.19/Permentan/OT.140/3/2011 tanggal 29 Maret 2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesia Sustainable Palm Oil Scheme/ISPO) yang bersifat wajib. Komisi ISPO telah mengadakan sosialisasi skema ISPO dan sistem sertifikasinya dan telah melaksanakan Pelatihan Auditor ISPO sebanyak 10 kali dengan jumlah auditor yang dilatih berjumlah 389 orang. Saat ini 40 perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia telah disertifikasi sebagai perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia. Dalam penerapan Persyaratan ISPO (P&C ISPO) sampai saat ini belum seluruh P&C tersebut diterapkan, salah satu kriteria yang belum diterapkan ialah Penentuan Emisi Gas Rumah Kaca Kriteria 4.10, pada saat ini perhitungan belum dilakukan karena pelaksanaan secara wajib akan ditetapkan pada tahun 2020 atau lebih cepat. Ketentuan ini sangat penting dan dituntut oleh pihak konsumen terutama saving emission dari produksi energi terbarukan, pada perhitungan yang dilakukan dalam rantai proses mulai dari produksi CPO yang diawali dengan direct land use change atau perubahan penggunaan lahan sampai dengan refinery CPO dan produksi energi terbarukan.  Pada workshop ini akan diajarkan cara perhitungan emisi gas rumah kaca sesuai dengan ketentuan menurut EU RED Annex 5 untuk memenuhi permintaan pembeli Eropa. Usaha mengurangi emisi gas metana dengan cara-cara tertentu juga akan dibahas. Pada workshop ini semua peserta akan diberi kesempatan untuk menghitung emisi dari kebunnya sendiri.
 
SEMINAR
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
BERKELANJUTAN INDONESIA/ ISPO 

Halaman 8 dari 8